IMCNews.ID, Jakarta - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) belum lama ini mengungkap temuan adanya peningkatan transaksi janggal untuk mendanai kegiatan pemilu. Salah satunya, bersumber dari kegiatan tambang ilegal.
"Itu harus kita dalemin lagi ya," kata Menteri ESDM, Arifin Tasrif merespon temuan tersebut dikutip dari detikfinance.
Dia mengaku akan meminta data lebih rinci kepada PPATK untuk mengetahui perusahaan yang melakukan tambang ilegal tersebut.
"Ya kita nanti akan minta, pasti kan dari temuan PPATK nanti disebut kemana, perusahaannya apa, nanti pasti juga ada ujungnya kita kan dari mana sumbernya, itu kita nunggu," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menyinggung adanya dana ilegal yang mengalir untuk membiayai kampanye. Ivan menyebut dana tersebut salah satunya hasil dari tambang ilegal.
"Waktu itu pernah kita sampaikan indikasi dari illegal mining (tambang ilegal), dari macem-macem lah," katanya, Kamis (14/12/2023).
Hasil temuan ini sudah dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurutnya kontestasi politik harusnya beradu gagasan visi dan misi, bukan adu kekuatan uang.
"Prinsipnya kita ingin kontestasi politik dilakukan adunya visi dan misi, bukan adu kekuatan uang, apalagi ada keterlibatan dana dari hasil ilegal, itu kita tidak mau," tegasnya. (*)
Wagub Sani Harap Lulusan Stiteknas Ubah Potensi Daerah Jadi Nilai Tambah
Masa Jabatan Komisioner KI Jambi Diperpanjang Sampai Terpilih Komisioner Baru
Ketua DPRD dan Wali Kota Jambi Ajukan Permohonan Cabut Blokir Zona Merah Pertamina
Komisi III DPRD Kota Jambi Bahas Polemik Sampah, Penutupan TPS dan Iuran Pengangkutan Disorot
DPRD Kota Jambi Respon Keluhan Masyarakat Doal Pengelolaan Sampah
RDP dan RDPU Bersama Komisi II DPR RI, Al Haris Terus Perjuangkan Nasib P3K
Ketersediaan LPG Selama Natal dan Tahun Baru Dipastikan Aman