IMCNews.ID, Jakarta - Harga batu bara meroket setelah berhasil ditutup di atas level 150 US dolar. Harga batu bara sejak November bertahan di level 120-130 US dolar.
Melansir CNBC Indonesia yang merujuk pada Refinitiv, pada perdagangan Jumat (8/12/2023) harga batu bara ICE Newcastle kontrak Januari ditutup menguat 2,95% di level 153,65 US dolar per ton.
Dalam sepekan harga batu bara telah melesat lebih dari 14 persen. Penutupan perdagangan Posisi pJumat kemarin menjadi yang tertinggi sejak 2 Oktober 2023.
Apalagi, musim dingin belahan bumi bagian utara erat kaitannya dengan kenaikan harga batu bara. Jerman misalnya, telah memberikan bantuan kepada pembangkit listrik tenaga batu bara terbaru, unit Datteln 4 yang berkapasitas 1,1 GW pada hari Kamis. Pembangkit listrik tersebut, yang dioperasikan oleh Uniper, mulai berproduksi pada Mei 2020.
Swlain itu, Australia sebagai salah satu negara pemasok batu bara terbesar dengan kalori tinggi sedang mengalami permasalahan sisi pasokan yang disebabkan cuaca buruk. Mengutip Coal Mint, kondisi cuaca buruk di Australia dapat memberikan tekanan pada ekspor. Data menunjukkan ekspor batu bara termal Australia turun 7% secara bulanan (month to month/mtm) per 23 November menjadi 16,84 juta ton pada bulan November 2023, berdasarkan data susunan kapal CoalMint.
Padahal, impor batu bara dari China terhadap Australia meningkat 19% secara bulanan menjadi 5,89 juta ton di bulan November dibandingkan 4,95 juta ton di bulan Oktober. (*)
Alung Kurir 58 Kg Sabu yang Sempat Kabur Dari Polda Dilimpahkan ke JPU Kejari Jambi
Bukan Krisis 1998, Tantangan Ekonomi Indonesia 2026 Lebih Kompleks
Wagub Sani Harap Lulusan Stiteknas Ubah Potensi Daerah Jadi Nilai Tambah
Masa Jabatan Komisioner KI Jambi Diperpanjang Sampai Terpilih Komisioner Baru
Ketua DPRD dan Wali Kota Jambi Ajukan Permohonan Cabut Blokir Zona Merah Pertamina
Komisi III DPRD Kota Jambi Bahas Polemik Sampah, Penutupan TPS dan Iuran Pengangkutan Disorot