IMCNews.ID, Batanghari - Kejaksaan Negeri Kabupaten Batanghari menetapkan dua tersangka kasus dugaan korupsi penyaluran pupuk subsidi untuk petani di Kecamatan Muaro Tembesi periode tahun 2020-2022.
Kasi Pidana Kasus Kejari Batanghari Fariz Rachman, mengatakan kedua tersangka berinisial KA merupakan pemilik toko pertanian di Kecamatan Tembesi, Batanghari. Kemudian yang kedua adalah NA, ketua gabungan kelompok tani di kecamatan Tembesi.
Fariz menjelaskan bahwa keduanya menyalurkan pupuk subsidi kepada orang yang tidak berhak menerima lalu kemudian pupuk tersebut dijual dengan harga di atas harga eceran normal.
"Harga yang dijual selama tiga tahun ini berbeda-beda, misalnya harga pupuk Rp112. 500 dijual Rp180 ribu," ungkapnya.
Dia mengatakan, bahwa kedua tersangka ini merupakan tersangka untuk kelompok tani di Kecamatan Tembesi. Ia menyebutkan bahwa masih berkemungkinan akan ada penambahan tersangka lainnya.
Kedua tersangka tersebut selanjutnya dibawa ke Lapas Kelas II B Muara Bulian dan ditahan selama 20 hari ke depan.
Fariz menambahkan bahwa atas dugaan kasus korupsi dalam penyaluran pupuk bersubsidi untuk petani di Kecamatan Muara Tembesi ini total kerugian negara diperkirakan mencapai Rp1,4 miliar.
Ia menegaskan saat ini Kejari Batanghari sedang melakukan pendalaman terkait pihak lain yang diduga terlibat pada kasus penyaluran pupuk bersubsidi ini. (*)
Berulang Kali Ingkar Janji, Oknum Kadus Dilaporkan Atas Dugaan Penggelapan Emas
Gubernur Al Haris Lepas Tim DBL Jambi, Siap Harumkan Nama Daerah di Ajang Nasional
Sekda Provinsi Sudirman Ditetapkan Sebagai Komisaris Utama Bank Jambi Dalam RUPS-LB
Polda Jambi Dalami Dugaan Keterlibatan Tiga Anggota Dalam Kasus Rudapaksa
Dewas KPK Ungkap Pelanggaran Etik Dalam Pertemuan Firli dan Mantan Mentan SYL