IMCNews.ID, Bangko - Sebanyak empat orang komplotan pengedar uang palsu diamankan tim dari Satuan Reserse Kriminal Polres Merangin, Rabu (25/10/2023) lalu.
Mereka diamankan di wilayah Tabir Selatan, Kabupaten Merangin. Mereka adalah JK, SM, SH, dan ST. Dari tangan mereka, polisi mengamankan uang palsu pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu bernilai puluhan juta.
Kapolres Merangin, AKBP Ruri Roberto mengatakan, kasus ini terungkap berawal dari laporan masyarakat. Dalam aksinya, modus pelaku mengedarkan uang palsu dengan berbelanja dan transfer uang melalui agen BRILink.
"Awalnya, ada seorang agen BRILink mengaku mendapat pelanggan yang akan transfer uang. Pelaku mencampur satu bundel uang asli dengan uang palsu," kata AKBP Ruri, Minggu (29/10/2023).
Menurut AKBP Ruri, saat proses transfer itu korban tidak menyadari bahwa sebagian besar uang tersebut palsu. Korban baru menyadarinya setelah pelaku pergi usai proses transfer selesai.
"Pemilik BRILink itu baru menyadari ada yang lain dari uang yang diduga palsu. Yang bersangkutan (korban, red) memanggil (pelaku, red) dan tidak sampai mengejar. Akhirnya, korban pergi ke Bank BRI untuk memblokir rekening tujuan transfer tersebut," jelasnya.
Setelah menyadari uang tersebut berbeda, korban mendatangi Bank BRI. Korban kemudian diminta untuk membuat laporan kepada pihak kepolisian.
"Pihak BRI menyampaikan untuk membuat laporan polisi ke Polres. Lalu kami ungkaplah kasus ini," katanya.
Berdasarkan laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap 4 pelaku pengedar uang palsu tersebut.
"Hasil penyelidikan, pelaku mengedarkan uang palsu tersebut di wilayah Tabir Selatan dan Pamenang," katanya.
Selain tersangka, polisi turut mengamankan barang bukti berupa ratusan lembar uang palsu yang nilainya mencapai Rp 57,5 juta, terdiri dari pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu.
Menurut AKBP Ruri, secara kasat mata, uang palsu tersebut tampak asli. Namun, saat diraba, baru dapat diketahui bahwa uang tersebut palsu.
"Secara sepintas dilihat itu sama. Tapi kalau kita pegang (uang palsu, red) itu halus. Kalau uang asli mana ada teksturnya, ada yang timbul, tidak halus. Itu bisa kita rasakan dari meraba," jelasnya.
Saat ini, Polisi masih mengembangkan penyidikan karena uang tersebut diakui para pelaku didapatkan dari wilayah Jawa. Termasuk, wilayah peredaran uang palsu tersebut. (*)
Gubernur Al Haris Dorong HKTI Jadi Lokomotif Gerakan Pangan di Jambi
Menaker Ingatkan Itjen Jangan Cuma Cari Temuan Tapi Harus Cegah Masalah
Tiga Warga Jambi Korban Scam di Kamboja Dipulangkan, Satu Menghilang Saat Tiba di Jakarta
Sempat Dibantarkan, Bengawan Kamto Terdakwa Korupsi Kredit BNI Rp105 M Kembali Ditahan
Gandeng KI Jambi, LLDIKTI Sosialisasikan Keterbukaan Informasi Perguruan Tinggi Swasta
BMKG Ingatkan Kemarau Tahun Ini Lebih Kering Dibanding 30 Tahun Terakhir
Tujuh Anggota Geng yang Ribut di Arizona Pembacok Polisi Diringkus