Kasus Ledakan Pipa Gas PetroChina Naik ke Tahap Penyidikan, 7 Saksi Sudah Diperiksa

Rabu, 01 Maret 2023 - 08:01:55 WIB

Lokasi ledakan pipa gas PetroChina.
Lokasi ledakan pipa gas PetroChina.

IMCNews.ID, Jambi - Proses hukum kasus ledakan pipa gas PetroChina International Jabung Ltd di Neb#9, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Barat, 18 Desember 2022 lalu naik ke tahap penyidikan.

Kasubbid Penmas Polda Jambi, Kompol Mas Edy membenarkan saat ini dalam kasus kecelakaan kerja yang menewaskan dua orang itu sudah ditemukan dua alat bukti. 

‘’Sampai saat ini sudah tujuh orang saksi yang diperiksa, termasuk para korban. Tahapan berikutnya akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan siapa lagi saksi yang akan dipanggil dan diperiksa,’’ katanya, Selasa (28/2/2023) malam. 

Dia juga membenarkan juga bahwa penyidik sudah menerima hasil pemeriksaan bukti dari laoratorium forensik (Labfor) Palembang. 

"Setelah pemeriksaan saksi selesai, nanti akan dilakukan gelar perkara lagi untuk menetapkan tersangka,’’ jelasnya.  

Dalam kasus ini, polisi menerapkan Pasal 359 KUHP dan UU Nomor 1 Tahun 1970 Pasal Tentang Keselamatan Kerja atau K3. 

Sebelumnya, Kanit I Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi, Kompol Indar Wahyu Dwi Septiawan mengatakan, pihaknya mendapatkan hasil laboratorium forensik Palembang masih dalam bentuk dokumen. 

Sehingga membutuhkan keterangan ahli untuk menjelaskan hasil dari laboratorium Forensik tersebut. 

"Iya, sudah keluar. Nanti kita lakukan pemeriksaan. Dalam pemeriksaan kita tetap berkoordinasi dengan para ahli," katanya, Selasa (28/2/2023). 

Selain hasil pemeriksaan labfor, kabarnya kasus ini juga sudah masuk ke tahap penyidikan. 

Menurut Kompol Indar, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap 11 orang saksi dalam kasus tersebut. 

"Total ada 11 orang (yang akan diperiksa). Tapi kita baru memeriksa tujuh saksi. Termasuk korban. Sebagian belum diperiksa karena masih menjalani perawatan," jelasnya. 

Mengenai hasil penyelidikan sementara, Indar mengatakan pihaknya melakukan investigasi bersama dengan tim Polres Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar). Pihaknya juga sudah melakukan gelar (perkara). 

"Gelar (pekara, red) sudah dilakukan. Saat ini sudah proses sidik. Namun pemeriksaan ini masih running (berjalan)," katanya.

Seperti diketahui, kecelakaan kerja yang melibatkan delapan pekerja terjadi di area NEB#9 di Betara, Tanjung Jabung Barat, Jambi, Minggu (18/12/2022). 

Kecelakaan terjadi saat para pekerja selesai melakukan perbaikan kebocoran pipa gas yang menghubungkan sumur West Betara ke Betara Gas Plant (BGP).

Dari delapan pekerja yang terluka, enam di antaranya dievakuasi ke Jakarta untuk mendapat perawatan intensif dan dua lainnya dirawat di rumah sakit di Jambi.

Dua pekerja, Kastalani dan Randi Afrianto, meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama beberapa hari di Jakarta. 

Selain Polda Jambi, penyelidikan juga dilakukan Disnakertrans Provinsi Jambi dan di internal SKK Migas. 

Sebelumnya, Vice President Human Resources and Relations SKK Migas, Dencio Renato Boele mengatakan investigasi internal kecelakaan kerja di area NEB#9 itu masih berlangsung. 

Dia memastikan saat terjadi kecelakaan, semua pekerja menggunakan APD lengkap sesuai dengan prosedur dan memiliki kelengkapan dokumen izin kerja yang diperlukan. (*)



BERITA BERIKUTNYA