IMCNews.ID, Jambi - Mantan Kepala Desa (Kades) Sakean, Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, Bustomi membuat laporan ke Polda Jambi karena tidak terima dirinya disebut sebagai "Sambo" saat demo beberapa waktu lalu.
Sebelumnya ratusan petani Desa Sakean menggelar aksi demo berujung ricuh. Saat kericuhan aksi berlangsung, Bustomi hampir dipukuli oleh warga.
Menurut Bustomi, dirinya tersinggung karena disebut sebagai ‘Sambo’. Dia menilai sebutan itu merupakan pencemaran nama baik.
Bustomi melaporkan sebuah akun YouTube bernama "Kampung Baguro" yang diduga telah mencemarkan nama baiknya di media sosial.
"Ada kutipan perkataan uang sebesar Rp 450 ribu per KK, kenapa tidak diberikan oleh Sambo. Bahasa Sambo itu yang membuat saya tersinggung," katanya, Minggu (2/10/2022).
Bustomi baru mengetahui video tentang dirinya viral tersebut sehari setelah aksi demo berlangsung, pada Kamis (29/9/2022) lalu.
"Saya mengetahuinya pagi hari sekitar pukul 07.14 WIB saat membuka WhatsApp melalui media sosial YouTube," ujarnya.
Terkait uang hasil jual tanah yang tidak diberikan oleh Kades yang menjabat selama 18 tahun, kata Bustomi, dirinya lah Kades tersebut.
"Saya lah Kades selama 18 tahun itu. Dan lebih fatal lagi dibilang pernah pergi haji, tapi tidak jujur. Urusan Sambo bukan urusan kita," tegas Bustomi.
Terpisah Panit III, Cyber Crime, Ipda Rimhot Nainggolan membenarkan adanya laporan Bustomi tersebut.
"Untuk laporannya benar ada di subdit V siber, namun belum turun disposisinya dari Kasubdit ke unit," katanya. (*/IMC01)
Kejati Jambi Sembelih 14 Ekor Sapi dan Bagikan Daging Kurban ke Masyarakat
Kejari Terima Pelimpahan Kasus Rudapaksa Oknum Anggota Polda Jambi
Gubernur Al Haris Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo Seberat 930 Kilogram di Jambi
Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Gubernur Dukung Penguatan Ranperda Inisiatif Dewan
Wakil Ketua DPRD Provinsi Ivan Wirata Soroti Ketahanan Pangan Jambi
Pencari Kerja Gigit Jari! Pemprov Jambi Tunda Penerimaan CPNS
Angkutan Batubara Jadi Perhatian Khusus Dalam Operasi Zebra 2022