IMCNews.ID, Jambi - Samuel Hutabarat Ayah dari Brigpol. Nofriansyah Yosua Hutabarat, meninggal dunia karena di tembakan rekannya yang sesama polisi di rumah dinas kadiv propam polri, di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (08/7) lalu, akan tetapi keluarga korban merasa ada hal yang menjanggal atas peristiwa tersebut.
Dalam hal tersebut membuat keluarga mencurigakan yang di ceritakan kronologis dari Mabes polri, baik itu tidak ada cct tv, Brigpol. Nofriansyah tidak kena menembak dengan jarak tujuh meter dan smartphone tidak ada dikembalikan.
Samuel Hutabarat ayah dari Brigpol Nofriansyah mengatakan bahwa ada kejanggalan atas peristiwa tersebut dijelaskan oleh utusan mabes polri tadi malam.
"Pada dasarnya Almarhum Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat pernah ditugaskan menjadi anggota sniper di wilayah rawan Bungo dan Tebo, masak lawannya tidak kena tembakan, sementara dia ini lebih senior, serta masa ia rumah jenderal tidak ada cctv,"kata Samuel Hutabarat di lokasi, Kecamatan Bahar, Muaro Jambi, Jambi. Pada Selasa (12/7).
"Handphone korban sampai saat ini tidak diketahui, karena barang barang korban sampai sekarang belum ada di serahkan,"tambahnya.
Kemudian, harapan kedepan untuk bapak Presiden dan bapak Kapolri."Kami harap untuk diselidiki kembali dengan benar, seadil adilnya, dan bentuk tim yang secara independen,"tutupnya. (IMC02)
Al Haris Bahas Pembangunan Jalur Kereta Api Batu Bara Bungo–Kemingkig dengan Kemenhub
Jalin Sinergi, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Sambangi KI
Gubernur Al Haris Serahkan Keputusan Tapal Batas Batang Hari-Muaro Jambi ke Kemendagri
Daftar 29 Nama Peserta Lelang Jabatan Eselon II di Lima OPD di Pemprov Jambi
Lapas Jambi Musnahkan Puluhan Ponsel Hasil Razia Blok Hunian Warga Binaan