IMCNews.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rote Ndao menurunkan tim penyelamat untuk pencarian anak yang terbawa arus sungai di Desa Nggodimeda, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang Emi Friezer mengatakan, mendapat laporan dari warga seorang anak yang hilang dibawa arus Sungai Oemikudale langsung menerjunkan tim penyelamat.
"Tim SAR yang melakukan pencarian terhadap korban sejak pukul 06.00 wita berhasil menemukan korban. Pada saat ditemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang Emi Friezer di Kupang, pada kamis (10/2).
Seorang anak bernama Vika Saubelan (10) dilaporkan hilang setelah terseret arus ketika menyeberangi Sungai Oemikudale pada Rabu (9/2) pukul 15.45 WITA, saat banjir melanda kawasan sungai itu.
Emi mengatakan, tim SAR gabungan melakukan penyisiran mulai dari lokasi kejadian kecelakaan hingga ke hilir dan muara sungai untuk mencari anak tersebut. Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang juga menurunkan tim penyelam dalam upaya pencarian.
Menurut Emi, tim SAR berhasil menemukan jasad korban pada pukul 08.15 WITA. ??????"Setelah ditemukan korban langsung dievakuasi dan diserahkan ke pihak Keluarga," katanya.
Operasi SAR untuk menemukan anak yang hanyut di Sungai Oemikudale melibatkan unit siaga SAR Rote Ndao, Kodim 1627 Rote Ndao, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rote Ndao, Polsek Rote Tengah, Pemerintah Kecamatan Rote Tengah, Pemerintah Desa Nggodimeda, serta warga dan keluarga korban. (IMC02/ant)
Cetak Sejarah, ABPEDNAS Raih 100 Ribu Anggota di Hari Lahir Pancasila 2026
Ketum GP Ansor dan Gubernur Al Haris Resmikan BUMA, Siap Gerakkan Ekonomi Umat Jambi
Faried Apresiasi Kehadiran Menko hingga Wamen Dalam Paripurna Peringatan HUT Kota Jambi
Ketua DPRD Kota Pimpin Paripurna Istimewa Peringatan HUT Jambi
Narkoba Rp8,2 Miliar Gagal Beredar, Termasuk Ribuan Cartridge Pod
Presiden : Pemerintahan Harus Extra Ordinary Penanganan Covid-19