Tiga Skema Pembangunan Jalan Khusus Angkutan Batu Bara

Selasa, 14 Desember 2021 - 05:11:27 WIB

IMCNews.ID, Jambi – Pemerintah Provinsi Jambi mendorong terwujudnya pembangunan jalan khusus angkutan batu bara.

Gubernur Jambi, Al Haris usai memimpin langsung rapat koordinasi terkait persoalan batu bara, Senin (13/12/2021) menerangkan, Pemerintah Provinsi Jambi telah menyiapkan beberapa rencana. 

Salah satunya adalah, Pemerintah Provinsi Jambi terus mendorong 2 investor yang sebelumnya ingin membangun jalan khusus angkutan batu bara. 

“Investor yang pertama memang murni untuk bisnis, sehingga ketika jalan khusus angkutan batu bara selesai dibangun, para pengusaha batu bara yang melewati jalannya akan membayar restribusi. Investor kedua adalah perusahaan batu bara yang ingin membangun jalan khusus angkutan batu baranya sendiri, sehingga apabila ada perusahaan lain yang melewati jalan tersebut, maka harus membayarkan retribusi kepada perusahaan batu bara yang membangun jalan,” terang Al Haris.

Lebih lanjut, Al Haris menuturkan, Pemerintah Provinsi Jambi juga memiliki alternatif lain dalam membangun jalan khusus angkutan batu bara. 

Pemerintah Provinsi Jambi telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Jambi untuk mengkaji ulang perencanaan Feasibility Study terkait jalan khusus angkutan batu bara ini.

“Jika 2 investor ini tidak menemui titik temu, Pemerintah Provinsi Jambi akan mengajukan pola kerjasama dengan Pemerintah Pusat melalui BUMN untuk membangun jalan angkutan batu bara. Ini artinya, kita akan berhutang kepada BUMN dan kita membayarnya dengan cara bertahap, melalui cara menarik retribusi kepada perusahaan batu bara yang kendaraannya melewati jalan tersebut,” tuturnya. 

Al Haris menyebutkan, sebelumnya telah bersama-sama menandatangani komitmen dalam pengendalian permasalahan angkutan umum batu bara. Dimana dalam kesepakatan tersebut salah satunya adalah mengaktifkan jalan Tempino walaupun masih banyak jalan yang perlu diperbaiki.

"Setelah kita aktifkan, kemudian arus sudah mulai tertib, tapi terdapat kendala sering macet di daerah Bulian karena terjadinya antrian. Kami akan mengaturnya untuk lebih baik lagi dengan cara yang benar, karena semua ini untuk kenyamanan masyarakat Provinsi Jambi,” katanya. 

“Kita meminta kepada para sopir angkutan batu bara agar mematuhi edaran yang telah kami tentukan beberapa waktu yang lalu, karena dalam edaran sudah kita sebutkan dengan jelas dan untuk tonase juga kita naikkan dari yang awalnya 4 ton menjadi 8 ton guna membantu para sopir angkutan batu bara,” lanjutnya.

Terkait persoalan besaran upah yang masih minim, Al Haris mengatakan, Pemerintah Provinsi Jambi akan meminta kepada para perusahaan agar menaikkan upah pengangkutan, karena ada keterkaitan satu sama lain. 

“Misalkan, para sopir tidak mengangkut batu bara maka akan terjadi penumpukan, sehingga terjadi tidak adanya pemasukan bagi pengusaha batu bara, begitu pula dengan para sopir yang tidak ada pemasukan karena tidak membawa batu bara,” tandasnya. 

Sementara itu, ratusan massa sopir angkutan batu bara yang melakukan aksi di depan kantor Gubernur, Senin (13/12/2021) kemarin membubarkan diri setelah ditemui langsung oleh Gubernur Jambi, Al Haris. 

Dalam kesempatan itu, Haris menjanjikan akan memberikan solusi salah satunya menaikkan ongkos angkut. Dia berjanji akan mengundang seluruh pemegang IUP untuk membicarakan kenaikan ongkos angkut. 

Haris memastikan soal tuntutan naikkan tonase angkut menjadi 12 ton tak bisa dikabulkan karena kelas jalan yang tak memungkinkan. 

Setelah mendapatkan penjelasan dari Gubernur, sopir batu bara sepertinya masih belum puas. Karena mereka masih harus menunggu tanpa ada kejelasan kapan mereka akan mendapat kepastian. 

Bahkan, para sopir mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar jika Gubernur dan pihak terkait lainnya gagal memberikan solusi yang memihak kepada sopir. 

"Kalau tidak ada kejelasan sampai akhir tahun ini, kami pastikan akan melakukan aksi yang lebih besar dari hari ini. Kami akan kembali menduduki kantor Gubernur," tegas Hendra, pendamping aksi dalam orasinya. 

"Sekarang kami akan bubar, tapi kami akan tunggu kejelasan sampai akhir tahun ini. Jika tak ada kejelasan kami akan datang lagi dengan massa yang lebih besar," tambahnya. (IMC01)



BERITA BERIKUTNYA