Realisasi Fisik dan Anggaran Dikebut

ASN Diwarning Soal Pungli

Rabu, 06 Oktober 2021 - 06:07:23 WIB

IMCNews.ID, Jambi - Wali Kota Jambi Dr. H. Syarif Fasha, memberikan warning kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi soal pungutan liar (pungli).

Peringatan itu ia sampaikan kepada Sekda Kota Jambi, para asisten, kepala OPD hingga Camat dan Lurah di Kota Jambi. Dirinya menyampaikan berbagai persoalan yang belakangan menjadi sorotan. Salah satunya soal pelayanan publik.

Ia meminta seluruh jajarannya untuk selalu mengedepankan integritas dalam melayani masyarakat.

BACA JUGA : Maulana Tegaskan Tugas ASN Melayani, Bukan Minta Dilayani

“Jangan sampai mengorbankan integritas, melakukan hal-hal yang tidak terpuji. Jangan sampai ada pungli-pungli. Masyarakat mengawasi kita semua. Ke depan integritas, pelayanan itu tidak melulu harus ada dana. Kita senyum dan sapa saja itu sudah cukup,” kata Fasha saat memimpin Apel Peningkatan Disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Jambi, Senin (4/10/2021) lalu.

Dia juga meminta seluruh ASN bekerjasama dalam menurunkan angka Covid-19 di Kota Jambi. Dimana per tanggal 3 Oktober, kasus positif Covid-19 di Kota Jambi hany atersisa 120 pasien. Dengan turunnya angka Covid-19 tersebut, tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit pemerintah juga hany 8 persen.

Sementara untuk tingkat keterisian tempat tidur rumah isolasi perawatan Covid-19 di Kota Jambi hanya 1 persen.

“Ini harus terus kita jaga, jangan sampai kasus naik lagi. Saya juga keluarkan instruksi seluruh pusat perbelanjaan di Kota Jambi per tanggal 1 Oktober sudah memberlakukan Aplikasi PeduliLindungi dan wajib menunjukkan surat sudah di vaksin. Saya perintah Satpol PP untuk mengawasi hal itu bersama dengan pihak kecamatan dan kelurahan,” jelasnya.

BACA JUGA : PPKM Kota Jambi Turun ke Level 2

Selain itu, yang perlu jadi perhatian juga mengenai realisasi keuangan dan fisik. Realisasinya harus dikejar, mengingat saat ini sudah memasuki Triwulan (TW-IV).

“Segera dicairkan, kasihan rekanan yang sudah bekerja. Kalau ada macet-macet segera dicari tahu dan diselesaikan. Dana Alokasi Khusus (DAK) yang penyerapannya masih rendah segera dikejar. Jangan sampai saya nilai pegawainya tidak mampu,” katanya. (IMC01)



BERITA BERIKUTNYA