IMCNews.ID, Muaro Tebo - Kasi Pengolahan Limbah dan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLH-P) Kabupaten Tebo, Arpan mengatakan, produksi sampah masyarakat Kabupaten Tebo cukup tinggi.
Dalam sehari, ada 7 hingga 8 truk pengangkut sampah yang masuk ke lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan muatan tiap truk antara 7-8 ton.
"Dengan TPA kita kalau diperkirakan 8-10 tahun akan penuh jika tidak diolah,” ungkapnya.
Dia menyebut, lokasi TPA Sampah di Tebo ada seluas 7,7 hektare, di Desa Ladang Panjang, Kecamatan Rimbo Ilir.
"Masih banyak kekurangan, kalau disebut kurang,” kata Arpan.
Sementara armada yang dimiliki, Arpan menguraikan, pihaknya memiliki becak motor (Bentor) sebanyak 13 unit, dump truck 6 unit, dan khusus ambil sampah 1 unit yang ditempatkan di Kecamatan Pulau Temiang.
Kata dia, idealnya masih dibutuhkan 3 hingga 6 unit dump truck, kemudian penambahan 10 unit bentor dan beberapa Amrul. Pasalnya, kata Arpan, kini pihaknya hanya memaksimalkan armada yang ada untuk pengangkutan sampah.
"Sejumlah armada kita sudah tua,” ungkapnya.
Selain armada pengakutan, TPA Tebo, sebenarnya membutuhkan timbangan dan listrik. Pasalnya kini sampah yang masuk hanya diperkirakan tanpa dipastikan beratnya.
Kini, TPA Tebo hanya menampung sampah tidak melakukan pengolahan. Sedangkan pengurangan sampah plastik masyarakat dilakukan oleh pemulung, yang diketahui hanya warga sekitar TPA saja yang boleh melakukan pencarian. (IMC01)
Cetak Sejarah, ABPEDNAS Raih 100 Ribu Anggota di Hari Lahir Pancasila 2026
Ketum GP Ansor dan Gubernur Al Haris Resmikan BUMA, Siap Gerakkan Ekonomi Umat Jambi
Faried Apresiasi Kehadiran Menko hingga Wamen Dalam Paripurna Peringatan HUT Kota Jambi
Ketua DPRD Kota Pimpin Paripurna Istimewa Peringatan HUT Jambi
Narkoba Rp8,2 Miliar Gagal Beredar, Termasuk Ribuan Cartridge Pod