IMCNews.ID, Tebo - Angka perceraian di Kabupaten Tebo akibat pandemi COVID-19 melonjak. Tercatat, ada 322 perempuan menjadi janda akibat perceraian.
Sejak Januari hingga September 2021, Pengadilan Agama Kabupaten Tebo menerima 376 perkara gugatan cerai. 284 perkara diantaranya adalah cerai gugat (diajukan istri).
Sedangkan cerak talak (suami yang gugat) ada 92 perkara. Angka ini meningkat drastis jika dibandingkan pada tahun 2020 yang hanya ada 78 perkara yang masuk.
Humas pengadilan Agama Kabupaten Tebo, Andi Asraf mengungkapkan dari 284 perkara cerai gugat yang masuk tersebut, 241 perkara dikabulkan hakim. Sementara sebanyak 16 gugatan dicabut setelah dilakukan mediasi.
BACA JUGA : Ratusan Anak Kehilangan Orang Tua Akibat COVID-19
Kemudian, cerai talak, dari 92 perkara yang masuk, 81 diantaranya dikabulkan hakim. Lalu, 2 gugatan digugurkan, 2 gugatan dicabut dan 7 diantaranya sisa perkara tahun lalu.
Artinya, terhitung dalam 9 bulan seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19, ada 322 janda baru di Kabupaten Tebo.
"Jika dijumlahkan dari kedua gugatan, ada 18 perkara yang dicabut setelah dilakukan mediasi antara kedua belah pihak dengan dijembatani oleh Pengadilan Agama Tebo. Dan dua perkara lagi digugurkan karena tidak memenuhi syarat,’’ jelas Andi.
Menurut dia, peningkatan jumlah gugatan cerai sudah terlihat sejak awal tahun. Terhitung sejak Januari-Mei saja sudah ada 208 perkara yang masuk ke Pengadilan Agama Tebo.
Kemudian, dari Juni-September, dalam empat bulan bertamabh lagi 114 gugatan.
"Jika dipetakan berdasarkan wilayah, daerah Rimbo Bujang paling banyak terjadi kasus perceraian di Tebo,’’ katanya.
Andi menyebutkan, faktor utama perceraian adalah masalah ekonomi. Kemudian, perselingkuhan dan pertengkaran terus menerus antar suami istri. (IMC01)
KABAR DUKA! Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Tutup Usia Akibat Serangan Jantung
Polisi Bongkar Produksi dan Peredaran Kosmetik Ilegal Mengandung Merkuri
Gubernur Al Haris Dorong HKTI Jadi Lokomotif Gerakan Pangan di Jambi
Menaker Ingatkan Itjen Jangan Cuma Cari Temuan Tapi Harus Cegah Masalah
Tiga Warga Jambi Korban Scam di Kamboja Dipulangkan, Satu Menghilang Saat Tiba di Jakarta