Fasha Tuding Bangunan Liar Biang Banjir di Kota Jambi

Jumat, 17 September 2021 - 05:55:04 WIB

Salah satu genangan air di wilayah pemukiman warga beberapa waktu lalu. (ist)
Salah satu genangan air di wilayah pemukiman warga beberapa waktu lalu. (ist)

IMCNews.ID, Jambi – Wali Kota Jambi Syarif Fasha menuding banyaknya bangunan liar yang berdiri di sepanjang saluran air di Kota Jambi menjadi biang banjir yang kerap terjadi saat hujan deras melanda.

Oleh karenanya, dia meminta Dinas PUPR Kota Jambi untuk membongkar bangunan liar tersebut. Beberapa waktu lalu pasca hujan deras di Kota Jambi, ada beberapa wilayah yang terendam.

"Memang ada genangan air, bukan banjir. Sebab, banjir memiliki sifat bertahan dengan dua sampai tiga hari baru surut. Sedangkan genangan langsung surut airnya," katanya.

Dia menambahkan, ada beberapa wilayah yang pada waktu hujan Minggu malam hingga Senin menjadi sorotan.

BACA JUGA : Tak Prioritas, DPRD Provinsi Jambi Sepakat Coret Rencana Penambahan Modal Bank Jambi

“Termasuk yang di depan Transmart, saya sempat bingung kok bisa ada genangan padahal sedang dibangun dan perbaikan drainase,” sebut Fasha.

Ternyata, drainase yang sedang dibangun di seberang Transmart ini, belum menyambung secara penuh dan tidak ada crossing jalan.

“Saya sudah sampaikan kepada dinas PUPR untuk membuat alternatif crossingnya. Pada waktu pengerjaan jangan sampai ada titik-titik yang ditutup atau dibuntukan, itu harus longgar semua,” ujarnya.

Sementara sebelumnya, Kabid SDA Dinas PUPR Kota Jambi, Yunius mengatakan bahwa lokasi RT 19 Kelurahan Simpang IV Sipin merupakan jalur sekunder dari sungai Kenali Besar.

"Kami sudah melakukan sentuhan-sentuhan, di antaranya itu ada satu paket terakhir kemarin itu mulai dari Box UPCA sampai ke panti Bina remaja, pekerjaan kita kemarin sudah sampai di situ," kata Yunius.

Ditambahkannya, dalam pelaksanaan pekerjaan, ada mengalami beberapa kendala. Di antaranya ada warga yang tidak mau membebaskan lahannya untuk diambil sedikit untuk merapikan itu.

Kemudian ada juga yang bangunan warga yang sudah berada di dalam air, adalagi masyarakat yang menghambat aliran untuk kebutuhan kolam.

"Pokoknya kalau tidak ada izin, bongkar," tegas Fasha.

Yunius menambahkan, pihaknya akan membenahi di bagian ujung muara buangan air. Sebab, di bagian ujung muara aliran itu, terjadi patahan, sehingga aliran air berbalik arah.

"Sehingga aliran air tidak lancar menuju ke Sungai Kenali Besar. Jadi tahun 2022 itu akan kita bongkar bangunan yang lama itu, menggunakan alat berat dan konstruksi ulang," tambahnya.

Dia mengatakan, tahun depan pemerintah akan anggarkan Rp1,5 miliar untuk membenahi aliran di wilayah tersebut.

"Sebenarnya warga yang tidak mau membebaskan lahannya ini bukan warga yang tinggal di situ, akan tetapi dia merasa memiliki tanah atau lahan di wilayah itu," jelasnya. (IMC01)



BERITA BERIKUTNYA