IMCNews.ID, Paris - Tantangan terberat dalam mengevakuasi warga negara Prancis dan staf Afghanistan yang bekerja untuk otoritas Prancis adalah menjangkau bandara Kabul, ungkap Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly, Selasa (17/8).
Parly berbicara ketika penerbangan pertama yang terdiri atas 40 pengungsi --warga Prancis, Afghanistan dan warga negara lainnya-- mendarat di bandara Prancis.
"Situasi di bandara Kabul masih sangat kacau dan akses menuju bandara tersebut sulit sekali," kata Parly kepada wartawan.
Parly menuturkan bahwa Prancis bergantung pada militer Amerika Serikat untuk mengamankan bandara Kabul.
Dia juga mengatakan penerbangan evakuasi lebih lanjut akan bergantung pada slot pendaratan. (IMC02/Ant)
Skor Indeks Demokrasi Jambi Turun, Kesetaraan dan Kebebasan Disorot
Ekonomi RI Tumbuh 5,45 Persen, Airlangga Klaim Lampaui Negara G20
Sinergi PHR dan Aparat Penegak Hukum Ungkap DPP Ilegal Tapping Pertamina EP Jambi
Sebut Dakwaan Jaksa Soal Pemerasan Rp55 Miliar Kabur, Febrie Minta Dibebaskan
Tinggalkan Kabul, Pesawat AS Angkut Ratusan Warga Afghanistan