10 Megaproyek BUMN Bernilai Triliunan

Selasa, 25 Mei 2021 - 12:14:09 WIB

IMCNews.ID, Jakarta - Pembangunan di berbagai sektor terus dilakukan oleh sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Bahkan, beberapa di antaranya bernilai ratusan triliun, angka yang fantastis.

Mengutip Merdeka.com yang melansir liputan6.com, setidaknya ada 10 megaproyek yang dikerjakan oleh sejumlah BUMN.

Yang pertama adalah jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS). Proyek ini merupakan pembangunan jaringan tol sepanjang 2.818 km di Indonesia untuk menghubungkan kota-kota di pulau Sumatera, dari Lampung hingga Aceh.

Pemerintah menugaskan PT Hutama Karya (Persero) untuk membangun proyek JTTS. Anggarannya mencapai Rp 476 triliun.

Kedua proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) yang dikerjakan PT Pertamina (Persero). Proyek ini merupakan revitalisasi lima kilang yang ada di Cilacap, Jawa Tengah, Balongan, Jawa Barat, Dumai di Riau, Balikpapan, Kalimantan Timur, dan Plaju, Sumatera Selatan. Proyek ini dikembangkan dengan nilai investasi sebesar RP 246 triliun.

Ketiga proyek Kilang Tuban yang juga dikerjakan PT Pertamina. Proyek ini adalah kilang baru atau Grass Root Refinery Tuban (GRR Tuban). Pembebasan lahan untuk keperluan pembangunan sudah rampung.

Kilang Tuban merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), yang merupakan amanat dari pemerintah kepada Pertamina. Nilai investasi proyek ini sebesar Rp 225 triliun.

Selanjutnya yang ke empat, kilang Bontang yang merupakan salah satu megaproyek dari Pertama. Namun nasib proyek ini belum menemui titik cerah. Berdasarkan pernyataan pada awal tahun ini, statusnya masih dalam pengkajian. Nilai proyek ini ditaksir sekira Rp 197 triliun.

Kelima, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang dikerjakan dua perusahaan BUMN, PT Wijaya Karya dan PT KAI. Pembangunan proyek ini memakan anggaran Rp 80 triliun.

Ke enam, proyek PLTU Batang. Dikutip dari laman Kemenkeu, PLN dalam proyek dengan skema KPBU ini merupakan Penanggung Jawab Proyek Kegiatan (PJPK). Sementara itu, PT Bhimasena Power Indonesia/BPI (Persero) sebagai Badan Usaha yang membangun PLTU Batang.

PT BPI membangun pembangkit dan sekaligus memiliki, mengoperasionalkan pembangkit dan menjual listrik dari PLTU Batang ke PT PLN selama kurun waktu 25 tahun, yang selanjutnya akan diserahterimakan kepada PT PLN untuk pengoperasian berikutnya. Nilai investasinya dilaporkan sekira Rp 56,7 triliun.

Ke tujuh, proyek terminal Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Proses pengerjaannya dilakukan oleh PT PP dan PT Wijaya Karya (Persero) dengan anggaran Rp 43,2 triliun.

Kemudian ke delapan, proyek MRT Jakarta yang melibatkan BUMN Karya. Dikutip dari laman KPPIP, total nilai investasinya Rp 39,5 triliun untuk Fase I dan II. Pembangunan MRT di ibu kota untuk meningkatkan fasilitas transportasi umum dan mengurangi kemacetan di Jakarta.

Selanjutnya ke sembilan, proyek LRT Jabodebek yang dikerjakan PT Adhi Karya dan PT KAI. Progres LRT Jabodebek per April 2021 telah mencapai 73 persen, dan ditargetkan beroperasi pada Juni 2022. Anggaran untuk proyek ini sebesar Rp 29,9 triliun.

Terakhir, proyek pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Proyek ini dibangun oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Investasi untuk pembangunan KEK Mandalika sebesar Rp 23 triliun. (*)


Sumber: Sumber: merdeka.com


BERITA BERIKUTNYA