28 Mei 2018, 04:13:00 WIB

Tiga Profesor Asal Jambi Ini Uji Materi Permenkumham Soal Notaris

Tiga Profesor Asal Jambi Ini Uji Materi Permenkumham Soal Notaris
Ilustrasi (ist)

IMCNews.ID, Jakarta - Forum Komunikasi Calon Notaris Indonesia (FKCNI) bersama tiga profesor Universitas Jambi mengajukan uji materi Permenkumham Nomor 25 tahun 2017 tentang Ujian Pengangkatan Notaris ke Mahkamah Agung karena bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 2 tahun 2014 tentang Jabatan Notaris.

Ketiga profesor ini, Prof Elita Rahmi Ketua Prodi Kenotariatan Unja, serta Prof Soekamto Satoto dan Prof Bander Johan Nasution, dosen Kenotariatan Unja.

"Sebelum Idul Fitri, FKCNI dan tiga guru besar akan mengajukan judicial review (uji materi)," kata pemrakarsa Tim 11+1 FKCNI, Yendrik Ershad melalui siaran persnya kepada Antara di Jakarta, Minggu (27/5) malam.

Yendrik Ershad menjelaskan permenkumham itu juga dapat dikategorikan menggunakan asas retroaktif karena jelas tertuang dalam Pasal 25 permenkumham itu menyebutkan bahwa peraturan menteri tersebut mulai berlaku setelah empat bulan sejak diundangkan.

"Dengan demikian permenkumham ini baru berlaku pada tanggal 21 Maret 2018 tapi pada kenyataannya sejak Desember 2017 dan pada Januari 2018 Permohonan Pengangkatan Notaris telah ditutup pada website ahu.go.id dan telah digantikan dengan ujian pengangkatan notaris (UPN)," katanya.

Jika mengacu pada Pasal 2 ayat 2 huruf j Permenkumham Nomor 62 tahun 2016 disebutkan bahwa persyaratan pengangkatan calon notaris harus dilengkapi berkas pendukung dengan melampirkan fotokopi tanda kelulusan Ujian Pengangkatan Notaris yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum yang telah dilegalisasi.

"Sedangkan pada pasal 2 ayat 1 tidak menyebutkan calon notaris diharuskan mengikuti Ujian Pengangkatan Notaris," katanya.

Undang-Undang Nomor 2 tahun 2014 tentang Jabatan Notaris (UUJN) juga tidak menyebutkan adanya Ujian Pengangkatan Notaris, dimana persyaratan yang dinyatakan dalam landasan Permenkumham tersebut bertentangan dengan Pasal 3 UUJN dan UUJN-P, diketahui bahwa Ujian Pengangkatan Notaris tidak menjadi persyaratan dan tidak diatur dalam Pasal 3 UUJN dan UUJN-P tersebut yaitu syarat untuk menjadi notaris.

Ia menambahkan Pasal 10 ayat 1 huruf d Permenkumham Nomor 25 tahun 2017 menyebutkan dalam program magang di kantor notaris telah berpartisipasi dan dicantumkan namanya paling sedikit 20 akta.

"Hal itu jelas bertentangan dengan Pasal 3 huruf f UUJN dan UUJN-P," katanya.

Dijelaskan, syarat untuk dapat diangkat menjadi notaris tidak diatur mengenai partisipasi sebagai saksi dalam akta notaris dan bertentangan dengan pasal 40 ayat 2 huruf E UUJN dan UUJN-P yang menyatakan bila terdapat calon notaris magang adalah keluarga atau sanak famili dari notaris tempat magang kemudian dijadikan atau diharuskan sebagai saksi akta, adalah karyawan notaris itu sendiri jadi bukan calon notaris yang sedang magang.

"Oleh karena itu apabila dipaksakan harus membuat keterangan telah berpartisipasi pada 20 akta di kantor notaris, maka melanggar kode etik," katanya.

Sementara itu, Prof Bander Johan Nasution menyebutkan Permenkumham Nomor 25 tahun 2017 bertentangan dengan undang-undang, kalau suatu aturan bertentangan dengan ketentuan undang undang.

"Jalan satu-satunya kan Judicial Review ke Mahkamah Agung, alasan yang diajukan itukan bahwa selain merugikan hak-hak calon notaris juga memang ketentuan ketentuan yang ada di peraturan menteri sangat bertentangan dengan Undang Undang (UU Jabatan Notaris 30 tahun 2004 dan 2 tahun 2014)," katanya.

Ia menyebutkan pengajuan judicial review itu harus yang mempunyai legal standing (kedudukan hukum), yakni, boleh perorangan atau badan hukum.

"Jadi ini akan lebih kuat didukung oleh orang orang yang mempunyai legal standing yang kepentingannya berbeda, kepentingan berbeda itu ya sebagai pengajar di notariat, ketua Program Magister Kenotariatan," katanya.

Dijelaskan, uji materi itu demi kepentingan bersama dari calon Notaris dan setiap tahunnya perguruan tinggi yang mengeluarkan calon notaris.

"Itu kan banyak, nah itu harus diakomodasi oleh peraturan undang-undang, Kalau dibiarkan terus peraturan menteri seperti itu akan berpengaruh kepada calon notaris," katanya.

Sebenarnya untuk meningkatkan kualitas dari pada calon notaris tersebut bisa dengan perbaikan kurikulum kenotariatan bukan dengan cara mempersulit mereka yang sudah menyelesaikan pendidikan itu.

"Kalau saya saran orang-orang yang mempunyai legal standing terutama calon-calon notaris, pengajar dan ketua-ketua program magister kenotariatan ajukan saja JR atas aturan menteri tersebut karena aturan menteri tersebut sangat menghambat perkembangan notaris di Indonesia," katanya. (IMC02) 


Komentar

Berita Terkini

Indeks
sekitar 1 jam yang lalu

Begini Kronologis Pengeroyokan yang Dialami Mahasiswa UIN

IMCNews.ID, Jambi - Seorang mahasiswa menjadi korban pengeroyokan di area kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifudin Jambi, Senin...
2 jam yang lalu

Seorang Mahasiswa UIN Dikeroyok Saat Pengenalan Kampus, Pelaku Diduga Panitia Ospek

IMCNews.ID, Jambi - Seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifudin Jambi berinisial S mengalami pengeroyokan di dalam area...
2 jam yang lalu

MUI: Vaksin MR Mengandung Babi

IMCNews.ID, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia akhirnya mengeluarkan fatwa untuk vaksin campak dan rubela alias measles rubella (MR). Komisi Fatwa MUI...
3 jam yang lalu

Timnas Takraw Putra Melaju Semifinal Usai Kalahkan India

IMCNews.ID, Palembang - Timnas sepak takraw di nomor beregu putra maju ke babak semifinal setelah mengalahkan tim putra India dengan skor telak 3-0...
3 jam yang lalu

Yusuf Widiyanto Dapat Perlawanan Sengit Reza Iran

IMCNews.ID, Jakarta - Pewushu asal Indonesia Yusuf Widiyanto mendapatkan perlawanan sengit dari Reza Sobhani asal Iran dalam babak 16 besar nomor...
15 Oktober 2016 - 19:02:00 WIB Dibaca: 76176 kali

Kompleks WTC Batanghari Ambruk

07 April 2017 - 18:15:28 WIB Dibaca: 66161 kali

VIRAL!! Ini Dia Video Bentrok Sales Oppo & Vivo

03 Juni 2017 - 20:50:27 WIB Dibaca: 63128 kali

181 ASN Lulus Adm Lelang Jabatan Pemprov Jambi, Ini Dia Nama-namanya

02 Januari 2018 - 12:12:55 WIB Dibaca: 58939 kali

Ternyata Ini Penyebab Utuhnya Jasad Ismiati Setelah Dikubur 13 Tahun

11 Agustus 2016 - 22:10:30 WIB Dibaca: 41093 kali

Breaking News: Ketua DPRD Sarolangun Ditangkap Nyabu

26 Agustus 2016 - 21:56:00 WIB Dibaca: 37585 kali

Rektor Marah Dan Bubarkan Perpeloncoan di Opspek

24 Mei 2016 - 20:15:09 WIB Dibaca: 36020 kali

Ini Dia, Pahlawan Lalu Lintas Kota Jambi

01 Agustus 2016 - 13:02:11 WIB Dibaca: 35686 kali

Alamak: Usai Nyabu, Ketua PAN Batanghari Ditangkap BNN

26 Juli 2017 - 16:07:38 WIB Dibaca: 34470 kali

Cantiknya Ibu Bhayangkari Selingkuhannya Oknum Perwira Polres di Jambi

20 Agustus 2018 - 22:32:58 WIB

MUI: Vaksin MR Mengandung Babi

20 Agustus 2018 - 21:59:18 WIB

Yusuf Widiyanto Dapat Perlawanan Sengit Reza Iran

20 Agustus 2018 - 21:47:24 WIB

Triady Fauzi Tak Menyangka Masuk Final

20 Agustus 2018 - 21:42:23 WIB

TNI Tangkap Tangan Tiga Terduga Pembakar Lahan

20 Agustus 2018 - 21:39:19 WIB

Ihsan Yunus Beri Masukan Penyelenggaraan OSS