18 Mei 2018, 17:28:14 WIB

Perusahaan Milik Yahya Fuad Kembalikan Rp6,7 Miliar

Perusahaan Milik Yahya Fuad Kembalikan Rp6,7 Miliar
Mohammad Yahya Fuad (ist).

IMCNews.ID, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menginformasikan bahwa PT TRADHA yang merupakan perusahana milik Bupati Kebumen nonaktif Mohammad Yahya Fuad telah mengembalikan Rp6,7 miliar terkait dengan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Sebelumnya, KPK pada hari Jumat baru saja mengumumkan PT TRADHA sebagai tersangka korporasi pertama dalam kasus TPPU.

"Sejak penyidikan pada tanggal 6 April 2018 sampai saat ini, PT TRADHA telah mengembalikan melalui penitipan uang dalam rekening penampungan KPK uang senilai Rp6,7 miliar yang diduga bagian dari keuntungan PT TRADHA," kata Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif saat konferensi pers di Gedung KPK RI, Jakarta, Jumat (18/5).

Dalam pengembangan penyidikan, KPK menemukan fakta-fakta dugaan tersangka Mohammad Yahya Fuad selaku pengendali PT PR atau PT TRADHA, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan sengaja turut serta dalam pengadaan proyek di Pemkab Kebumen.

"Dengan meminjam 'bendera' lima perusahaan lain untuk menyembunyikan atau menyamarkan identitas sehingga seolah-olah bukan PT TRADHA yang mengikuti lelang," kata Syarif.

Hal tersebut, kata dia, dilakukan dengan tujuan menghindari dugaan tindak pidana korupsi berupa benturan kepentingan atau "conflict of interest" dalam pengadaan sesuai Pasal 12i Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

PT PR atau PT TRADHA disangkakan melanggar Pasal 4 dan/atau Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Dugaan pencucian uang yang dilakukan oleh PT TRADHA, antara lain, pertama, dalam kurun waktu 2016 s.d. 2017 diduga PT TRADHA menggunakan "bendera" lima perusahaan lain untuk memenangkan delapan proyek di Kabupaten Kebumen dalam kurun 2016 s.d. 2017 dengan nilai total proyek Rp51 miliar.

Kedua, PT TRADHA juga diduga menerima uang dari para kontraktor yang merupakan "fee" proyek di lingkungan Pemkab Kebumen setidaknya senilai sekitar Rp3 miliar seolah-olah sebagai utang, ungkap Syarif.

Ketiga, diduga kata Syarif, uang-uang yang didapat dari proyek tersebut, baik berupa uang operasional, keuntungan dalam operasional maupun pengembangan bisnis PT TRADHA kemudian bercampur dengan sumber lainnya dalam pencatatan keuangan PT TRADHA.

Hal itu memberikan manfaat bagi PT TRADHA sebagai keuntungan maupun manfaat lainnya untuk membiayai pengeluaran atau kepentingan pribadi MYF, baik pengeluaran rutin (seperti gaji dan cucilan mobil) maupun keperluan pribadi lainnya. Syarif menyatakan bahwa penyidik akan terus menelusuri iika ada informasi dugaan penerimaan atau pengelolaan uang hasil korupsi lainnya.

"Ini merupakan penyidikan pencucian uang pertama yang dilakukan KPK dengan pelaku korporasi. KPK berharap proses hukum ini dapat menjadi bagian dari penguatan upaya pemberantasan korupsi ke depan, khususnya untuk memaksimalkan 'asset recovery'," tuturnya.

Dalam penyidikan tersebut, KPK juga mengacu pada Peraturan Mahkamah Agung Nomor 13 Tahun 2016 tentang Penanganan Perkara Tindak Pidana oleh Korporasi.

Sebelumnya, sejak Januari 2018, KPK melakukan penyidikan atas dua tindak pidana korupsi yang diduga oleh dilakukan Mohammad Yahya Fuad, yaitu dugaan penerimaan suap terkait dengan pengadaan barang dari jasa dana APBD Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran 2016.

Mohammad Yahya Fuad selaku Bupati Kebumen diduga bersama Hojin Anshori dari pihak swasta menerima hadiah atau janji, yaitu sejumlah "fee" proyek dengan "fee" yang sepakati sebesar 5 s.d. 7 persen dari nilai proyek.

Proyek yang dibagi bagikan, antara lain, yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) infrastruktur APBN 2016 sebesar Rp100 miliar, yaitu kepada tersangka komisaris PT KAK Khayub Muhamad Lutfi terkait proyek pembangunan RSUD Prembun sebesar Rp36 miliar dan kepada tersangka Hojin Anshori dan grup Trada milik Bupati Kebumen dengan proyek senilai Rp40 miliar, dan kontraktor lainnya sebesar Rp20 miliar Selain itu, Mohammad Yahya Fuad diduga menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

Mohammad Yahya Fuad selaku Bupati Kebumen periode 2016 s.d. 2021 diduga menerima gratifikasi dari "fee-fee" proyek senilai total Rp2,3 miliar. (IMC03)


Komentar

Berita Terkini

Indeks
2 jam yang lalu

Sekda: Evaluasi Kelembagaan Perangkat Daerah

IMCNews.ID, Jambi - Rapat koordinasi kelembagaan perangkat daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota diadakan di ruang pola kantor Gubernur Jambi, selasa...
2 jam yang lalu

Tiga Pejabat Korup di Tanjab Barat Segera Dipecat

IMCNews. ID, Kualatungkal - Tiga nama pejabat yang akan dieksekusi berupa pemecatan sudah dikantongi Bupati Tanjab Barat, H...
2 jam yang lalu

Ini Dia Grup LGBT di Medsos yang Tengah Diselidiki Polda Jambi

IMCNews.ID, Jambi - Kepolisian daerah (Polda) Jambi sedang menyelidiki kasus yang ramai dibicarakan di media sosial (medsos) terkait grup facebook...
2 jam yang lalu

Pembangunan Sumur Bor Oleh Satgas TMMD Hampir Rampung

IMCNews.ID, Jambi - Memasuki hari kedelapan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 tahun 2018, anggota Satgas TMMD Kodim 0419/Tanjab...
2 jam yang lalu

Mediasi Abun Yani dan PT MJSL Oleh Pokja IV Kementrian Agraria di BPN Jambi Temui Jalan Buntu

IMCNews.ID, Jambi - Sengketa antara Abun Yani dengan PT Muaro Jambi Sawit Lestari (MJSL) terus berlanjut. Bahkan, Pokja IV Kementrian Agraria dan...
15 Oktober 2016 - 19:02:00 WIB Dibaca: 76563 kali

Kompleks WTC Batanghari Ambruk

07 April 2017 - 18:15:28 WIB Dibaca: 66416 kali

VIRAL!! Ini Dia Video Bentrok Sales Oppo & Vivo

03 Juni 2017 - 20:50:27 WIB Dibaca: 63445 kali

181 ASN Lulus Adm Lelang Jabatan Pemprov Jambi, Ini Dia Nama-namanya

02 Januari 2018 - 12:12:55 WIB Dibaca: 59232 kali

Ternyata Ini Penyebab Utuhnya Jasad Ismiati Setelah Dikubur 13 Tahun

11 Agustus 2016 - 22:10:30 WIB Dibaca: 41273 kali

Breaking News: Ketua DPRD Sarolangun Ditangkap Nyabu

26 Agustus 2016 - 21:56:00 WIB Dibaca: 37765 kali

Rektor Marah Dan Bubarkan Perpeloncoan di Opspek

24 Mei 2016 - 20:15:09 WIB Dibaca: 36174 kali

Ini Dia, Pahlawan Lalu Lintas Kota Jambi

01 Agustus 2016 - 13:02:11 WIB Dibaca: 35886 kali

Alamak: Usai Nyabu, Ketua PAN Batanghari Ditangkap BNN

26 Juli 2017 - 16:07:38 WIB Dibaca: 35162 kali

Cantiknya Ibu Bhayangkari Selingkuhannya Oknum Perwira Polres di Jambi

23 Oktober 2018 - 15:46:43 WIB

Sekda: Evaluasi Kelembagaan Perangkat Daerah

23 Oktober 2018 - 15:28:05 WIB

Tiga Pejabat Korup di Tanjab Barat Segera Dipecat

23 Oktober 2018 - 11:34:02 WIB

Rizal Ramli Datangi KPK Adukan Dugaan Korupsi

23 Oktober 2018 - 11:24:10 WIB

Satgas TMMD Kunjungi SD 64 Pangkal Duri