27 Mei 2018, 21:08:07 WIB

LPSK Nilai UU Anti-Terorisme Perkuat Hak Korban

LPSK Nilai UU Anti-Terorisme Perkuat Hak Korban
LPSK. (dok)

IMCNews.ID, Jakarta - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyambut baik Undang-undang Anti-terorisme yang baru disetujui DPR untuk disahkan pada Jumat (25/5), karena telah memperkuat hak korban.

"Sebelumnya hak korban terorisme hanya dua, kompensasi dan restitusi. Dalam UU terbaru, bentuk hak korban diperbanyak", kata Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai dalam siaran pers LPSK, Minggu (27/5).

LPSK, yang juga menjadi pihak yang terlibat dalam perumusan UU tersebut, melihat pada praktik penanganan korban terorisme ada banyak kebutuhan korban selain kompensasi dan restitusi, yakni adanya rehabilitasi bagi korban sangat penting mengingat korban terorisme hampir pasti mengalami trauma baik medis maupun psikologis.

"Ini yang harus dipulihkan, dan alhamdulillah hak korban tersebut juga menjadi salah satu poin dalam UU yang baru. Ini merupakan kemajuan bagi upaya layanan kepada korban terorisme", jelas Semendawai.

Pada kasus-kasus terorisme sebelum UU Nomor 31 tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban bahkan posisi korban terorisme sangat lemah karena bukan termasuk tindak pidana yang mendapat prioritas perlindungan dan layanan oleh LPSK.

Namun pada UU tersebut korban terorisme masuk menjadi korban yang mendapat prioritas perlindungan dari LPSK, sehingga saat terjadi serangan teror layanan kepada mereka agak sulit diberikan, namun persoalan tersebut terjawab pada pada UU Anti-Terorisme yang baru.

"Hak korban dari masa tanggap darurat sudah diatur dengan jelas. Ini menunjukkan bahwa UU ini fokusnya tidak hanya pada pelaku, melainkan juga kepada korban", jelas Semendawai.

Rehabilitasi psikososial Selain rehabilitasi medis dan psikologis, rehabilitasi psikososial juga menjadi salah satu hak baru bagi korban yang ada dalam UU Anti Terorisme yang baru.

Rehabilitasi psikososial menjadi penting karena korban yang selamat maupun keluarganya tetap harus bisa melanjutkan kehidupannya secara wajar, misalnya tetap melanjutkan pendidikan maupun tetap memiliki mata pencaharian pasca menjadi korban terorisme.

LPSK menyebut pada beberapa kasus korban merupakan tulang punggung keluarga, sehingga keluarga menjadi kehilangan orang yang penting dalan kelanjutan hidupnya sehari-hari ataupun jika selamat, mereka sulit untuk bekerja atau beraktifitas seperti sebelum menjadi korban.

Apalagi UU ini juga mengukuhkan LPSK sebagai lembaga yang melakukan upaya pemenuhan hak-hak korban terorisme.

"UU ini sangat operasional dimana diatur dan ditunjuk pula siapa yang memenuhi hak korban. LPSK siap melakukan mandat ini, apalagi memang sebelumnya kami sudah menangani korban terorisme", ujar Semendawai.

LPSK sendiri siap mendukung pelaksanaan UU tersebut sesuai kewenangan yang dimiliki LPSK. LPSK melihat bahwa kedua UU tersebut tidak tumpang tindih, melainkan saling menguatkan.

"Sehingga layanan pemenuhan hak korban terorisme akan semakin optimal", ujar Semendawai.

Selain mempertimbangkan hak korban, UU tersebut juga sudah memperhatikan perlindungan kepada saksi kasus terorisme dan itu sejalan dengan amanat yang didapatkan LPSK dari UU Perlindungan Saksi dan Korban.

"Maka UU ini sangat penting dalam mendukung perlindungan kepada saksi dan ahli yang memberikan keterangan untuk kasus terorisme, dan memperkuat layanan kepada korban", pungkas Semendawai. (IMC03)


Komentar

Berita Terkini

Indeks
2 jam yang lalu

Pawai Budaya Meriahkan Perayaan HUT RI ke 73 di Kualatungkal

IMCNews.ID, Kualatungkal - Pawai Budaya dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-73 penuh disesaki ribuan massa di di sepanjang jalan dalam Kota...
3 jam yang lalu

Jennifer Lopez Kenakan Busana Seharga Rp1 Miliar untuk Kencan

IMCNews.ID, Jakarta - Ikon pop dunia Jennifer Lopez kembali mencuri perhatian publik, lantaran gaya busana yang dikenakannya saat pergi berkencan...
3 jam yang lalu

PLN Berikan Beasiswa Bocah Pemanjat Tiang Bendera

IMCNews.ID, Kupang - PT PLN (Persero) memberikan beasiswa pendidikan hingga S1 kepada Yohanis Gala Marschal Lau, bocah pemanjat tiang bendera yang...
3 jam yang lalu

Palestina Peringatkan Zionis Israel Setelah Penutupan Masjid Al-Aqsha

IMCNews.ID, Jerusalem- Presiden Palestina pada Jumat (17/8) memperingatkan Israel mengenai konsekuensi berbahaya dari penutupan Masjid Al-Aqsha di...
3 jam yang lalu

Disindir Stupid Oleh Iis Dahlia, Begini Pendapat Bijak Fatin Shidqia

IMCNews.ID, Jakarta - Masih segar dalam ingatan video tentang Iis Dahlia marah-marah pada seorang peserta audisi kontes dangdut. Kala itu, Iis...
15 Oktober 2016 - 19:02:00 WIB Dibaca: 76183 kali

Kompleks WTC Batanghari Ambruk

07 April 2017 - 18:15:28 WIB Dibaca: 66159 kali

VIRAL!! Ini Dia Video Bentrok Sales Oppo & Vivo

03 Juni 2017 - 20:50:27 WIB Dibaca: 63129 kali

181 ASN Lulus Adm Lelang Jabatan Pemprov Jambi, Ini Dia Nama-namanya

02 Januari 2018 - 12:12:55 WIB Dibaca: 58940 kali

Ternyata Ini Penyebab Utuhnya Jasad Ismiati Setelah Dikubur 13 Tahun

11 Agustus 2016 - 22:10:30 WIB Dibaca: 41088 kali

Breaking News: Ketua DPRD Sarolangun Ditangkap Nyabu

26 Agustus 2016 - 21:56:00 WIB Dibaca: 37583 kali

Rektor Marah Dan Bubarkan Perpeloncoan di Opspek

24 Mei 2016 - 20:15:09 WIB Dibaca: 36021 kali

Ini Dia, Pahlawan Lalu Lintas Kota Jambi

01 Agustus 2016 - 13:02:11 WIB Dibaca: 35683 kali

Alamak: Usai Nyabu, Ketua PAN Batanghari Ditangkap BNN

26 Juli 2017 - 16:07:38 WIB Dibaca: 34473 kali

Cantiknya Ibu Bhayangkari Selingkuhannya Oknum Perwira Polres di Jambi

18 Agustus 2018 - 12:33:03 WIB

PLN Berikan Beasiswa Bocah Pemanjat Tiang Bendera

18 Agustus 2018 - 12:10:19 WIB

Menteri BUMN Ngomel-ngomel, Ada Apa ya?