19 November 2017, 14:39:35 WIB

Cara Wong Sumsel Gaet Investor MotoGP

Cara Wong Sumsel Gaet Investor MotoGP
Sirkuit jaka baring dalam pengerjaan. (Ist)

IMCNews.ID, Palembang - Sumatera Selatan harus berjuang keras untuk mendatangkan investor jika ingin mewujudkan keinginan menjadi tuan rumah ajang otomotif kelas dunia Grand Prix Sepeda Motor "MotoGP" Tahun 2018.

Apalagi hingga kini, otoritas penyelenggara MotoGP, Dorna Sports belum memberikan rilis resmi perihal tempat pelaksanaan ajang tersebut di tahun mendatang.

Meski sudah ada petunjuk melalui Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bahwa MotoGP akan digelar di Indonesia, namun ada tiga tempat yang terus menjadi kajian Dorna Sport, yakni kawasan wisata Mandalika, Palembang, dan Sentul.

Belakangan lebih mengejutkan lagi, Komite Olahraga Nasional Thailand (SAT) mengklaim telah mencapai kesepakatan dengan MotoGP, Dorna Sports, untuk menjadi tuan rumah tahun depan.

Seperti dilansir Bangkok Post, MotoGP Thailand rencananya digelar pada 5-7 Oktober 2018, yakni sebelum gelaran GP Jepang, Australia, dan Malaysia yang lebih dikenal dengan triple header.

Terkait ini Gubernur Sumatera Alex Noerdin tidak terpengaruh, bahkan dalam suatu kesempatan kembali menegaskan bahwa daerahnya tidak main-main dalam mewujudkan keinginan menjadi tuan rumah MotoGP, meski dana investasi yang harus disiapkan mencapai Rp500-600 miliar.

"Lihat sendiri siapa yang lebih siap. Siapa yang sudah start lebih dahulu?" kata Alex.

Meski sirkuit yang diproyeksikan menjadi arena Moto GP di kawasan Jakabaring Sport City masih dalam tahap penyiapan lahan, menurut Alex, Palembang jauh lebih siap.

Adanya Asian Games pada Agustus 2018 membuat Palembang telah berbenah sejak 2015 dengan membangun sejumlah proyek infrastruktur, seperti jalan tol, Light Rail Transit (kereta api dalam kota), Jembatan Musi IV dan Jembatan Musi VI, flay over (jalan layang), rumah sakit, perluasan bandara dan lainnya.

Selain itu, kawasan Jakabaring ini merupakan kawasan terintegrasi belasan arena olahraga bertaraf internasional yang belum ada satu pun provinsi di Indonesia yang memilikinya.

"Nanti, dari bandara bisa langsung ke Jakabaring naik LRT, tidak perlu terjebak kemacetan. Lantas, bandingkan jika penyelenggaran dipaksakan di Sentul. Tentunya harus membangun sirkuit baru dan belum lagi bagaimana menyiapkan akses ke sana," ujar Alex.

Untuk itu, Alex sangat percaya diri bahwa nantinya pilihan Dorna Sport pada Kota Palembang, Sumatera Selatan. Apalagi, dalam beberapa kali lobi-lobi, Dorna sudah menerima masterplan yang ditawarkan Sumatera Selatan, termasuk menunjuk Herman Tilke, perancang 18 dari 21 sirkuit MotoGP, serta 16 dari 19 sirkuit Formula 1 yang ada di seluruh dunia.

"Jika di Mandalika karena alasan merupakan kawasan yang luas, bisa membangun sekaligus hotel, lapangan golf dan lainnya. Apakah di Jakabaring tidak bisa? Saat ini masih ada tersisa 130 hektare, dan ini sangat memadai," kata dia.

Untuk itu, tak heran sejumlah investor sudah menyatakan ketertarikan untuk menanamkan modal pada bisnis ajang olahraga tersebut, namun ada juga beberapa yang menarik diri.

Sumsel sedang 'fight' supaya MotoGP ini tidak lepas. Ini luar biasa berat, apalagi Sumsel sudah dikejar tengat waktu. Tapi tidak masalah, kami biasa kerja yang mepet-mepet begini, kata Alex.

Sejumlah strategi sedang dijalankan untuk menarik investor ini, salah satunya mendirikan Badan Usaha Milik Daerah PT Jakabaring Sport City.

Melalui perusahaan daerah ini diharapkan pengelolaan Kawasan Jakabaring Sport City menjadi lebih profesional karena telah berorientasi bisnis.

Teranyar, Alex menegaskan bahwa menjadi tidak masalah jika ada investor menginginkan satu kawasan di Jakabaring untuk sekaligus membangun hotel, lapangan golf, wahana hiburan dan lainnya.

Menurut dia, hal itu tidak ada masalah asalkan hitung-hitungannya jelas.

Keuntungan Tuan Rumah MotoGP dikelola oleh Dorna Sports sejak 1992, sebagai pemilik penuh semua hak komersial dan penyiaran ajang tersebut. Dalam setiap penyelenggaraan, Dorna rata-rata menerima 6-10 juta dolar AS dan umumnya setiap sirkuit menjalin kontrak dua hingga 15 tahun. Mereka juga mendapatkan pemasukan dari sponsor, merchandising, dan lain-lain.

Pihak penyelenggara (tuan rumah) harus membayar "event fee" tersebut dan sekaligus menyediakan sejumlah fasilitas kepada tim-tim maupun untuk kepentingan balapan itu sendiri, seperti aspek keamanan, safety car, medis, truk kontainer pengangkut logistik tim, dan sebagainya.

Oleh karena itu, setiap tuan rumah memiliki kalkulasi masing-masing, maka ongkos penyelenggaraan satu GP dengan GP yang lain pun tidak sama.

Ketua Ikatan Motor Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Augie Bunyamin mengatakan benefit yang bisa diambil dari hajatan MotoGP sangat besar dan memiliki dampak jangka menengah dan panjang.

Ini menjadi kesempatan promosi dan branding pariwisata, mendatangkan calon investor, dan lain-lain yang sangat luar biasa, kata dia.

Ia menjelaskan mengapa hal ini bisa terjadi karena negara penyelenggara akan mendapat ruang promosi internasional yang sangat besar. Walaupun penyelenggaraan balapan di sebuah negara hanya satu kali dalam satu tahun, tapi MotoGP itu sendiri berlangsung selama sembilan bulan.

Tentunya, kata pegiat olahraga otomotif ini, tuan rumah akan kontinyu mempromosikan sepanjang musim.

Ia tidak menyangkal bahwa biaya untuk penyelenggaraannya tidak kecil tapi jika dilihat dampak jangka panjangnya maka dipastikan akan "balik modal". Tentunya, untuk posisi balik modal itu membutuhkan waktu, biasanya penyelenggara menargetkan dua hingga tiga tahun. (IMC03)


Berita Terkait

Tag Terkait

Komentar

Berita Terkini

Indeks
6 jam yang lalu

UPDATE OTT: Kasus Uang Ketok Palu Jambi, KPK Cekal Dua Orang Ini...

IMCNews.ID, Jakarta, - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah bepergian ke luar negeri terhadap dua orang saksi dalam penyidikan tindak pidana...
8 jam yang lalu

Heboh Buku IPS Kelas 6 SD Tuliskan Yerusalem Ibu Kota Israel

IMCNews.ID, Jakarta - Foto yang memperlihatkan halaman sebuah buku membuat heboh warganet. Halaman tersebut tertulis Ibu Kota Israel adalah...
9 jam yang lalu

Bappenas: Masyarakat Rentan Miskin Perlu Diperhatikan

IMCNews.ID, Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebutkan, selain masyarakat miskin dan sangat miskin, masyarakat rentan...
9 jam yang lalu

IDAI: Pembawa Bakteri Difteri Bisa Tidak Sakit

IMCNews.ID, Jakarta - Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Aman B Pulungan mengatakan pembawa atau karier bakteri penyebab difteri bisa...
9 jam yang lalu

Kapolri: Kabar Kematian Bahrun Naim Hanya Isu

IMCNews.ID, Jakarta - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan bahwa informasi petinggi ISIS Bahrun Naim tewas hanya kabar bohong. "Info...
15 Oktober 2016 - 19:02:00 WIB Dibaca: 74441 kali

Kompleks WTC Batanghari Ambruk

07 April 2017 - 18:15:28 WIB Dibaca: 64825 kali

VIRAL!! Ini Dia Video Bentrok Sales Oppo & Vivo

03 Juni 2017 - 20:50:27 WIB Dibaca: 61806 kali

181 ASN Lulus Adm Lelang Jabatan Pemprov Jambi, Ini Dia Nama-namanya

11 Agustus 2016 - 22:10:30 WIB Dibaca: 40251 kali

Breaking News: Ketua DPRD Sarolangun Ditangkap Nyabu

26 Agustus 2016 - 21:56:00 WIB Dibaca: 36851 kali

Rektor Marah Dan Bubarkan Perpeloncoan di Opspek

24 Mei 2016 - 20:15:09 WIB Dibaca: 35237 kali

Ini Dia, Pahlawan Lalu Lintas Kota Jambi

01 Agustus 2016 - 13:02:11 WIB Dibaca: 34720 kali

Alamak: Usai Nyabu, Ketua PAN Batanghari Ditangkap BNN

26 Juli 2017 - 16:07:38 WIB Dibaca: 31658 kali

Cantiknya Ibu Bhayangkari Selingkuhannya Oknum Perwira Polres di Jambi

12 Desember 2017 - 17:17:45 WIB

IDAI: Pembawa Bakteri Difteri Bisa Tidak Sakit

12 Desember 2017 - 17:08:15 WIB

Kapolri: Kabar Kematian Bahrun Naim Hanya Isu

12 Desember 2017 - 17:04:13 WIB

Megawati Beri Arahan Calon Kepala Daerah PDIP

12 Desember 2017 - 17:01:57 WIB

MUI: Belum Ada Sertifikat Halal Vaksin Difteri

12 Desember 2017 - 16:55:06 WIB

Ini Dia Soal Pelaksana Tugas Ketua DPR RI

12 Desember 2017 - 16:18:02 WIB

Ekonomi RI Bisa Tumbang di Tahun Politik