Jambi Terkini

Kelompok SMB Pimpinan Muslim di Batanghari Kembali Berulah

Jul 14, 2019 08:04
Danrem Gapu Kolonel Arh Elphis Rudy. (ist)
Danrem Gapu Kolonel Arh Elphis Rudy. (ist)

IMCNews.ID, Batanghari - Kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB) Jambi yang dipimpin Muslim kembali membuat ulah. Sebelumnya kelompok SMB bentrok dengan pemilik IUP HTR di Desa Belanti Jaya, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari Jambi dan menganiaya kepala desa.

Kali ini mereka menyerang Satgas Terpadu Karhutla yang baru memadamkan kebakaran lahan di area yang dibakar kelompok SMB.

Danrem 042/Gapu Kolonel Arh Elphis Rudy saat dikonfirmasi awak media, Sabtu malam (13/7/2019) mengatakan bahwa Satgas Karhutla Terpadu yang terdiri dari gabungan TRC Damkar PT WKS, Personel Polri, Babinsa dan Tim Satgas monitoring Karhutla Korem 042/Gapu, pada hari Jum’at, 12 Juli 2019 memadamkan kebakaran seluas  kurang lebih 10 hektar di dua lokasi yang diindikasikan sengaja dibakar oleh kelompok SMB.

Pasalnya, beberapa kelompok SMB berusaha mencegah pemadaman tersebut. Pemadaman tersebut dilakukan karena dikhawatirkan dapat meluas ke daerah lain dan menjadi bencana kebakaran hutan dan lahan. 

Lantas, pada hari Sabtu, tanggal 13 Juli 2019 sekita 60 orang dari kelompok SMB dipimpin Muslim merangsek masuk ke Distrik VIII untuk mencari Tim pemadam yang memadamkan api.

Pada saat kedatangan kelompok SMB, Anggota Satgas monitoring Karhutla Korem dan Anggota Polri melihat adanya kemungkinan kelompok tersebut akan melakukan pembakaran lahan lagi karena membawa senjata rakitan dan senjata tajam dan alat-alat lainnya.

Kemudian aparat berusaha melakukan komunikasi untuk mencegah dan menghimbau kelompok tersebut dan bahwa pembakaran dapat berdampak luas. Namun kelompok SMB tersebut marah dan melakukan pemukulan terhadap TRC Damkar dan karyawan PT.WKS yang ada dilokasi dan mengakibatkan banyak yang terluka. 

"Pemukulan SMB tersebut juga sempat mengenai 2 orang personel Satgas Monitoring Karhutla Rem 042/Gapu yang mengakibatkan lebam dan lecet," katanya. 

Danrem 042/Gapu juga mengatakan bahwa salah satu tugas pihaknya dalam siap siaga Karhutla adalah menjamin dan menjaga masyarakat Jambi bebas dari bencana Karhutla. 

"Kami berkomitmen untuk itu. Namun masih ada segelintir orang yang lebih mementingkan kepentingan pribadi dan kelompoknya dengan sengaja membakar lahan," tandasnya.

"Saya sangat menyesalkan kejadian ini, personel saya bersama tim pemadam lainnya sudah berjibaku melawan ancaman kebakaran hutan dan lahan justru ikut diperlakukan tidak semestinya," sebutnya. 

Danrem menegaskan bahwa kelompok SMB ini telah melakukan tindakan kriminalisme dan premanisme. "Mereka sengaja membakar lahan padahal sudah dilarang dengan Perda dan Pergub," ujar Danrem.

Pembakaran ini jika dibiarkan dapat menjadi bencana kebakaran bagi Jambi. Mereka juga menggunakan senjata rakitan ilegal untuk melukai orang dan senjata ini dilarang karena bisa mematikan.

Selain itu, kata dia, kelompok ini juga memprovokasi, mengintimidasi dan menganiaya masyarakat dan berani menyerang aparat yang tidak bersenjata. 

“Hukum harus ditegakkan, ini tidak bisa dibiarkan. Kita tidak boleh kalah dengan Premanisme," ujarnya. (IMC01)